Minggu, 28 Maret 2010

Sukses Yamaha bukan cuma karena Motor


Jakarta - Sejak era 800 cc dimulai, Yamaha mendominasi MotoGP dengan mengalahkan Honda dan Ducati. Menurut Ben Spies, keberhasilan tersebut didapat bukan semata karena pabrikan Jepang itu selalu punya motor kompetitif.

Setelah pada 2007 Casey Stoner menjadi juara dunia bersama Ducati, dua musim terakhir status tersebut diambil alih Valentino Rossi dan Yamaha. Di tahun 2009 kemarin Yamaha malah lebih dominan setelah menempatkan Jorge Lorenzo di posisi runner up.

Sukses Yamaha menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap berpeluang kembali terjadi di 2010 ini. YZR-M1 tampil paling impresif di sepanjang sesi ujicoba musim dingin dengan Valentino Rossi, Ben Spies, Colin Edwards dan Jorge Lorenzo selalu dengan mudah masuk posisi lima besar pembalap tercepat.

Dari enam hari ujicoba musim dingin yang digelar, cuma satu di mana Yamaha gagal menempatkan pembalapnya sebagai yang tercepat. Hebatnya lagi, di sepanjang sesi ujicoba tersebut pembalap-pembalap Yamaha tak pernah keluar dari posisi 10 besar.

Keberhasilan Yamaha mendominasi MotoGP di dua musim terakhir bukan semata karena mereka memiliki motor-motor yang kompetitif. Disebut Ben Spies, hal lain yang membuat tim tersebut berjaya adalah keberadaan orang-orang hebat di dalamnya.

"Setiap tim punya masanya sendiri-sendiri. Honda sudah memiliki waktunya dan Ducati juga sangat baik melihat apa yang secara spesial diberikan Casey Stoner pada mereka. "Saya pikir Yamaha sedang melakukan pekerjaan yang bagus saat ini dan pembalap-pembalapnya selalu tampil maksimal saat ini ," ungkap Spies di MCN.

Keunggulan lain Yamaha jelas ada pada pembalap-pembalapnya. Meski belum mampu menundukkan Rossi, dengan dua gelar juara dunia 250 cc Lorenzo diyakini akan bisa menjadi juara dunia dalam beberapa musim ke depan.

Spies, yang akan membela Yamaha Tech 3, juga menyanjung kerja anggota tim yang lain yang dianggapnya punya kontribusi besar terhadap sukses yang didapat.

"Dari sisi talenta Anda melihat sekelompok pembalap hebat di sana, jadi itu bukan sekadar motornya. Dengan tim seperti itu, pembalap dan insinyur dalam satu paket, mereka bisa tampil bagus di semua trek," tutup mantan juara Superbike itu.


Jakarta - Sejak era 800 cc dimulai, Yamaha mendominasi MotoGP dengan mengalahkan Honda dan Ducati. Menurut Ben Spies, keberhasilan tersebut didapat bukan semata karena pabrikan Jepang itu selalu punya motor kompetitif.

Setelah pada 2007 Casey Stoner menjadi juara dunia bersama Ducati, dua musim terakhir status tersebut diambil alih Valentino Rossi dan Yamaha. Di tahun 2009 kemarin Yamaha malah lebih dominan setelah menempatkan Jorge Lorenzo di posisi runner up.

Sukses Yamaha menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap berpeluang kembali terjadi di 2010 ini. YZR-M1 tampil paling impresif di sepanjang sesi ujicoba musim dingin dengan Valentino Rossi, Ben Spies, Colin Edwards dan Jorge Lorenzo selalu dengan mudah masuk posisi lima besar pembalap tercepat.

Dari enam hari ujicoba musim dingin yang digelar, cuma satu di mana Yamaha gagal menempatkan pembalapnya sebagai yang tercepat. Hebatnya lagi, di sepanjang sesi ujicoba tersebut pembalap-pembalap Yamaha tak pernah keluar dari posisi 10 besar.

Keberhasilan Yamaha mendominasi MotoGP di dua musim terakhir bukan semata karena mereka memiliki motor-motor yang kompetitif. Disebut Ben Spies, hal lain yang membuat tim tersebut berjaya adalah keberadaan orang-orang hebat di dalamnya.

"Setiap tim punya masanya sendiri-sendiri. Honda sudah memiliki waktunya dan Ducati juga sangat baik melihat apa yang secara spesial diberikan Casey Stoner pada mereka. "Saya pikir Yamaha sedang melakukan pekerjaan yang bagus saat ini dan pembalap-pembalapnya selalu tampil maksimal saat ini ," ungkap Spies di MCN.

Keunggulan lain Yamaha jelas ada pada pembalap-pembalapnya. Meski belum mampu menundukkan Rossi, dengan dua gelar juara dunia 250 cc Lorenzo diyakini akan bisa menjadi juara dunia dalam beberapa musim ke depan.

Spies, yang akan membela Yamaha Tech 3, juga menyanjung kerja anggota tim yang lain yang dianggapnya punya kontribusi besar terhadap sukses yang didapat.

"Dari sisi talenta Anda melihat sekelompok pembalap hebat di sana, jadi itu bukan sekadar motornya. Dengan tim seperti itu, pembalap dan insinyur dalam satu paket, mereka bisa tampil bagus di semua trek," tutup mantan juara Superbike itu.

Read More..

Deep Snow Yamaha Get More Interesting


Yamaha’s biggest issue, the added weight incurred with 4-stroke motors, gets met head-on in 2010 as the company adds greater deep snow capability by subtracting springs, bogie wheels and excess weight from its powder sleds. The big bump Nytro series gains the lighter ‘SE’ style chassis from last season and, as expected, the popular Vector series scores a major upgrade with an all-new fuel-injected triple.
If you have followed what’s gone on with Yamaha snowmobiles since the introduction of its 4-stroke RX-1 for 2003, you know that this global powersport player takes performance seriously. The company plays in a world of supersport road bikes, performance watercraft, technically advanced outboard motors and legendary snowmobiles ranging from the lightweight SRX of the 1970s to the Vmax-4 of the 1980s and now to a full line of 4-stroke sleds for on, off and way off trail capabilities.


Yamaha is counting on its all-new Nytro MTX SE to compete in the powder market.


Leading the charge for way off trail is an all-new Yamaha Nytro MTX series. These special edition ‘SE’ models have commonality except in track length where there is a 162-inch track length version and a shorter tracked 153 version. Both 2010 powder models will share Yamaha’s latest FXG2 front end, new construction aluminum tunnel, a sophisticated ProMountain Air rear suspension system, single-ply Camoplast track, revised approach angle for getting up on top of the snow quicker, and replaceable bearing wheels.
FXG2 Front End


New FXG2 front suspension and lighter ProMountain rear design make the Nytro MTX SE better in deep snow.

The FXG2 front suspension is a mountain-specific design with 10 changes over the FXG1 setup that include new shorter A-arms with both a revised caster angle and a longer trail spindle. In typical Yamaha fashion, this design was extensively mountain-tested by the ‘mountain’ engineering team for the past few seasons. The suspension’s caster is more relaxed at 26 degrees versus last year’s MTX that featured 22 degrees of caster. The idea is to provide greater high-speed stability for deep powder players by keeping the sled’s steering consistently centered. The overall goal was to give the MTX SE models more predictability on the trail and when running full tilt up tracked hillsides. To assist in that control, Yamaha completes the new FXG2 front end with the addition of Fox Float 2 front shocks. These air adjustable shocks were specifically designed and tuned with input from Yamaha engineers.
While trail riders want the added side-to-side stability control of a quick-response sway bar, the device actually detracts from powder handling and Yamaha left it off, which shaves off more than three pounds of weight up front.
Less Weight
Where Yamaha really dropped weight was in the rear suspension. This is as mountain-specific as Yamaha can get. The all-new ProMountain Air design is simple, functional and lightened. The design concept follows in the footsteps of Holz Racing Products AlphaX and last year’s Arctic Cat M-series rear suspension. Yamaha saves weight going to a rather simple dual rail design that is curled up at the rear (similar to last year’s XTX). The ProMountain Air suspension literally drops a box full of weight (about 13.5-lbs) by exorcising torsion springs, control rods, and coil springs. Instead of coil spring assistance, this new design features Fox Racing Shox’ Float 2XV that has an extra capacity air cylinder and on-trail adjustability.



The ProMountain skid design drops a box full of weight.


The new suspension fits into a lighter, narrower MTX SE tunnel. If you followed the changes in Yamaha last season, you are aware that the XTX featured a new tunnel and this is a literal extension of that design. It is claimed to offer improved side-hilling capabilities, more aggressive boot grippers and be less prone to getting hung up in deep powder conditions. Of course, this tunnel and suspension wouldn’t be complete without a satisfactory snow-ripping track. Enter a new single-ply 15x162 inch Camoplast track with 2.25-inch lug profile. It also has a new durometer, more flexible rubber that is said not to set in a curl position.
MTX SE 153


Fox Air Float shocks control the MTX SE suspension action.

If you like your powder action with a bit shorter track, Yamaha offers its 2010 Nytro MTX SE 153 with essentially all the same features — except suspension and track length, of course. Like the 163 version, the Pro Mountain 153 suspension features a Fox Float 2 center shock and Float 2 XV rear arm shock. There is a semblance of coupling, or what Yamaha calls its “semi-coupled design.” As we came away from the Yamaha preview, the final specifications for the 153 track were not final, but you should expect a Camoplast track similar to its popular ‘Maverick’ design.
Both of these all-new Nytro mountain sleds reflect Yamaha’s seriousness in capturing a larger share of what Yamaha Snowmobile Marketing Manager Wade West calls “the second-largest, fastest growth segment in snowmobiling.” With its focus on lighter weight, Yamaha should increase its power-to-weight performance in this segment as it returns the proven power of its 4-stroke Genesis 130FI triple.
Value And Power
While the news comes from the lightened 130-horsepower special edition Nytro MTX models, Yamaha continues to offer its 150-hp Apex MTX model for 2010. Main changes are new graphics, addition of the replaceable bearing wheels, and revamped grip warmers, which add a new insulation layer to help prevent heat loss. The warmers feature a new grip pattern and the heat element no longer runs to the end of the bar.
The more basic, value-priced 2010 Nytro MTX model will get the new lighter weight aluminum tunnel, revised grip warmers, the replaceable bearing wheels and new graphics. It retains the older FXG1 front suspension. For the truly value-conscious buyer, Yamaha returns its 80-horsepower powder sled, the Phazer MTX, with minimal changes.
Big Bump Riding
Last year, Yamaha addressed the industry’s largest segment with both the limited edition Nytro RTX SE and the stretch-tracked Nytro XTX version. According to Yamaha, this market niche considers acceleration, power, lightweight and innovation among its key attributes. To address this market segment, Yamaha sought to combine the broad 4-stroke power of its Genesis 130FI in a lighter, more nimble, more durable aluminum chassis. As you might have guessed, for 2010 the SE’s aluminum chassis is standard on RTX models. The rear suspension enjoys a recalibration aimed at meeting the demands of the most serious rough trail riders. As with other Yamahas for 2010, the series gets the revamped grip warmers, replaceable bearing wheels and lighter weight spoked wheels.



New last season, the RTX features a lightweight aluminum chassis.


As the XTX was virtually all new last season, changes for 2010 are minimal but include the replaceable bearing wheels, revised grip warmers and two new graphics packages. Yamaha continues offering its Phazer RTX model to round out its ‘big bump’ segment for 2010.
Groomed Trail
Yamaha reflects the industry at large as it enters 2010 and positions its ‘trail’ models in what is the third largest industry segment. According to Yamaha surveys, these riders seek comfort and dependability as well as performance. These are your rider-forward comfort riders who spend most of their time traveling groomed trails. Yamaha enjoys a loyal following here as this rider looks to dependable power with good economy in both fuel and oil usage.
The key here is usable performance with a minimum of down time. This is Vector Country. By adding a fuel-injected Genesis 120FI motor to the 2010 version, Yamaha makes its Vector into one of the best all-around snowmobiles on the market. The larger displacement Genesis 120FI offers a six horsepower increase in usable power and much more consistent throttle response thanks to the electronically monitored Mikuni injection system.


A new engine gives the Vector GT a more pleasing personality.


With its significant under the hood upgrade, the Vector GT gains refinement in its MonoShock rear suspension, which adds 13 changes that make enough difference for Yamaha to now call it the MonoShock II suspension. You’ll still find the nifty, remote adjuster on the side of the tunnel for making quick trailside changes in the ride. Now, though, the MonoShock II features a larger rear axle, new track adjuster, stronger rails and needle bearings in the lower front arm.
Other than the engine and rear suspension upgrades, the 2010 Vector GT offers refinements in the grip warmers, a seat covering that absorbs less moisture and three graphics packages.
Groomed Trail Options


New Vector motor is larger, more powerful and smoother.

Specific 2010 groomed trail models also include an upgraded Apex GT with the new MonoShock II rear suspension and ‘clicker’ front suspension shocks. The base Apex, save new white/blue graphics, is essentially unchanged from this current season. Think of it as Yamaha’s ‘value’ trail performer. Like the value Apex, the 2010 Phazer GT continues as the budget trail sports sled from Yamaha. This 500cc, 80-hp lightweight model is it for groomed trail value for this season as the base Phazer has been discontinued.
For those riders who like to occasionally break off trail and enjoy the added ‘cush’ of a longer track set up, Yamaha continues to offer LTX ‘stretch’ versions of its 2010 Vector and Apex. The Vector LTX GT gets the same upgrades as the shorter-tracked GT version, which includes the new more powerful Genesis 120FI triple and evolved MonoShock II rear suspension. The Apex LTX GT comes with the MonoShock II design with electronically controlled Ohlins shocks on the rear skid. The ‘value-added’ Apex LTX features the MonoShock II skid with the manually adjustable set up. All of these LTX models use a 136-inch track under the Deltabox II rider-forward platform.
Touring Utility
Rounding out Yamaha for 2010 are three touring models: the virtually unchanged from 2009 Venture GT with the fuel-injected Genesis 120FI; a carbureted Venture on the older chassis; and the Phazer-based Venture Lite with 500cc twin and seating for two. For utility needs, Yamaha returns the Viking Professional with the base one-liter, carburetor-equipped Genesis 120 motor and underseat storage.
Like every other snowmobile manufacturer, Yamaha continues to focus on offering sporty snowmobiles for the heart of the snowmobile market, but seeks to differentiate its brand by offering incredibly durable and reliable 4-stroke powered sleds that are as quick and fast as its 2-stroke competitors. Look at its mountain models for 2010, Yamaha gains performance by dropping weight while retaining the power and responsiveness of its Genesis 130FI triple. Yamaha competes on every level with models reflecting broad power, lightweight aluminum chassis, ever-evolving suspension design and its continuing reputation for quality and durability. That’s a pretty good combination to bring into model year 2010.


Yamaha’s biggest issue, the added weight incurred with 4-stroke motors, gets met head-on in 2010 as the company adds greater deep snow capability by subtracting springs, bogie wheels and excess weight from its powder sleds. The big bump Nytro series gains the lighter ‘SE’ style chassis from last season and, as expected, the popular Vector series scores a major upgrade with an all-new fuel-injected triple.
If you have followed what’s gone on with Yamaha snowmobiles since the introduction of its 4-stroke RX-1 for 2003, you know that this global powersport player takes performance seriously. The company plays in a world of supersport road bikes, performance watercraft, technically advanced outboard motors and legendary snowmobiles ranging from the lightweight SRX of the 1970s to the Vmax-4 of the 1980s and now to a full line of 4-stroke sleds for on, off and way off trail capabilities.


Yamaha is counting on its all-new Nytro MTX SE to compete in the powder market.


Leading the charge for way off trail is an all-new Yamaha Nytro MTX series. These special edition ‘SE’ models have commonality except in track length where there is a 162-inch track length version and a shorter tracked 153 version. Both 2010 powder models will share Yamaha’s latest FXG2 front end, new construction aluminum tunnel, a sophisticated ProMountain Air rear suspension system, single-ply Camoplast track, revised approach angle for getting up on top of the snow quicker, and replaceable bearing wheels.
FXG2 Front End


New FXG2 front suspension and lighter ProMountain rear design make the Nytro MTX SE better in deep snow.

The FXG2 front suspension is a mountain-specific design with 10 changes over the FXG1 setup that include new shorter A-arms with both a revised caster angle and a longer trail spindle. In typical Yamaha fashion, this design was extensively mountain-tested by the ‘mountain’ engineering team for the past few seasons. The suspension’s caster is more relaxed at 26 degrees versus last year’s MTX that featured 22 degrees of caster. The idea is to provide greater high-speed stability for deep powder players by keeping the sled’s steering consistently centered. The overall goal was to give the MTX SE models more predictability on the trail and when running full tilt up tracked hillsides. To assist in that control, Yamaha completes the new FXG2 front end with the addition of Fox Float 2 front shocks. These air adjustable shocks were specifically designed and tuned with input from Yamaha engineers.
While trail riders want the added side-to-side stability control of a quick-response sway bar, the device actually detracts from powder handling and Yamaha left it off, which shaves off more than three pounds of weight up front.
Less Weight
Where Yamaha really dropped weight was in the rear suspension. This is as mountain-specific as Yamaha can get. The all-new ProMountain Air design is simple, functional and lightened. The design concept follows in the footsteps of Holz Racing Products AlphaX and last year’s Arctic Cat M-series rear suspension. Yamaha saves weight going to a rather simple dual rail design that is curled up at the rear (similar to last year’s XTX). The ProMountain Air suspension literally drops a box full of weight (about 13.5-lbs) by exorcising torsion springs, control rods, and coil springs. Instead of coil spring assistance, this new design features Fox Racing Shox’ Float 2XV that has an extra capacity air cylinder and on-trail adjustability.



The ProMountain skid design drops a box full of weight.


The new suspension fits into a lighter, narrower MTX SE tunnel. If you followed the changes in Yamaha last season, you are aware that the XTX featured a new tunnel and this is a literal extension of that design. It is claimed to offer improved side-hilling capabilities, more aggressive boot grippers and be less prone to getting hung up in deep powder conditions. Of course, this tunnel and suspension wouldn’t be complete without a satisfactory snow-ripping track. Enter a new single-ply 15x162 inch Camoplast track with 2.25-inch lug profile. It also has a new durometer, more flexible rubber that is said not to set in a curl position.
MTX SE 153


Fox Air Float shocks control the MTX SE suspension action.

If you like your powder action with a bit shorter track, Yamaha offers its 2010 Nytro MTX SE 153 with essentially all the same features — except suspension and track length, of course. Like the 163 version, the Pro Mountain 153 suspension features a Fox Float 2 center shock and Float 2 XV rear arm shock. There is a semblance of coupling, or what Yamaha calls its “semi-coupled design.” As we came away from the Yamaha preview, the final specifications for the 153 track were not final, but you should expect a Camoplast track similar to its popular ‘Maverick’ design.
Both of these all-new Nytro mountain sleds reflect Yamaha’s seriousness in capturing a larger share of what Yamaha Snowmobile Marketing Manager Wade West calls “the second-largest, fastest growth segment in snowmobiling.” With its focus on lighter weight, Yamaha should increase its power-to-weight performance in this segment as it returns the proven power of its 4-stroke Genesis 130FI triple.
Value And Power
While the news comes from the lightened 130-horsepower special edition Nytro MTX models, Yamaha continues to offer its 150-hp Apex MTX model for 2010. Main changes are new graphics, addition of the replaceable bearing wheels, and revamped grip warmers, which add a new insulation layer to help prevent heat loss. The warmers feature a new grip pattern and the heat element no longer runs to the end of the bar.
The more basic, value-priced 2010 Nytro MTX model will get the new lighter weight aluminum tunnel, revised grip warmers, the replaceable bearing wheels and new graphics. It retains the older FXG1 front suspension. For the truly value-conscious buyer, Yamaha returns its 80-horsepower powder sled, the Phazer MTX, with minimal changes.
Big Bump Riding
Last year, Yamaha addressed the industry’s largest segment with both the limited edition Nytro RTX SE and the stretch-tracked Nytro XTX version. According to Yamaha, this market niche considers acceleration, power, lightweight and innovation among its key attributes. To address this market segment, Yamaha sought to combine the broad 4-stroke power of its Genesis 130FI in a lighter, more nimble, more durable aluminum chassis. As you might have guessed, for 2010 the SE’s aluminum chassis is standard on RTX models. The rear suspension enjoys a recalibration aimed at meeting the demands of the most serious rough trail riders. As with other Yamahas for 2010, the series gets the revamped grip warmers, replaceable bearing wheels and lighter weight spoked wheels.



New last season, the RTX features a lightweight aluminum chassis.


As the XTX was virtually all new last season, changes for 2010 are minimal but include the replaceable bearing wheels, revised grip warmers and two new graphics packages. Yamaha continues offering its Phazer RTX model to round out its ‘big bump’ segment for 2010.
Groomed Trail
Yamaha reflects the industry at large as it enters 2010 and positions its ‘trail’ models in what is the third largest industry segment. According to Yamaha surveys, these riders seek comfort and dependability as well as performance. These are your rider-forward comfort riders who spend most of their time traveling groomed trails. Yamaha enjoys a loyal following here as this rider looks to dependable power with good economy in both fuel and oil usage.
The key here is usable performance with a minimum of down time. This is Vector Country. By adding a fuel-injected Genesis 120FI motor to the 2010 version, Yamaha makes its Vector into one of the best all-around snowmobiles on the market. The larger displacement Genesis 120FI offers a six horsepower increase in usable power and much more consistent throttle response thanks to the electronically monitored Mikuni injection system.


A new engine gives the Vector GT a more pleasing personality.


With its significant under the hood upgrade, the Vector GT gains refinement in its MonoShock rear suspension, which adds 13 changes that make enough difference for Yamaha to now call it the MonoShock II suspension. You’ll still find the nifty, remote adjuster on the side of the tunnel for making quick trailside changes in the ride. Now, though, the MonoShock II features a larger rear axle, new track adjuster, stronger rails and needle bearings in the lower front arm.
Other than the engine and rear suspension upgrades, the 2010 Vector GT offers refinements in the grip warmers, a seat covering that absorbs less moisture and three graphics packages.
Groomed Trail Options


New Vector motor is larger, more powerful and smoother.

Specific 2010 groomed trail models also include an upgraded Apex GT with the new MonoShock II rear suspension and ‘clicker’ front suspension shocks. The base Apex, save new white/blue graphics, is essentially unchanged from this current season. Think of it as Yamaha’s ‘value’ trail performer. Like the value Apex, the 2010 Phazer GT continues as the budget trail sports sled from Yamaha. This 500cc, 80-hp lightweight model is it for groomed trail value for this season as the base Phazer has been discontinued.
For those riders who like to occasionally break off trail and enjoy the added ‘cush’ of a longer track set up, Yamaha continues to offer LTX ‘stretch’ versions of its 2010 Vector and Apex. The Vector LTX GT gets the same upgrades as the shorter-tracked GT version, which includes the new more powerful Genesis 120FI triple and evolved MonoShock II rear suspension. The Apex LTX GT comes with the MonoShock II design with electronically controlled Ohlins shocks on the rear skid. The ‘value-added’ Apex LTX features the MonoShock II skid with the manually adjustable set up. All of these LTX models use a 136-inch track under the Deltabox II rider-forward platform.
Touring Utility
Rounding out Yamaha for 2010 are three touring models: the virtually unchanged from 2009 Venture GT with the fuel-injected Genesis 120FI; a carbureted Venture on the older chassis; and the Phazer-based Venture Lite with 500cc twin and seating for two. For utility needs, Yamaha returns the Viking Professional with the base one-liter, carburetor-equipped Genesis 120 motor and underseat storage.
Like every other snowmobile manufacturer, Yamaha continues to focus on offering sporty snowmobiles for the heart of the snowmobile market, but seeks to differentiate its brand by offering incredibly durable and reliable 4-stroke powered sleds that are as quick and fast as its 2-stroke competitors. Look at its mountain models for 2010, Yamaha gains performance by dropping weight while retaining the power and responsiveness of its Genesis 130FI triple. Yamaha competes on every level with models reflecting broad power, lightweight aluminum chassis, ever-evolving suspension design and its continuing reputation for quality and durability. That’s a pretty good combination to bring into model year 2010.

Read More..

Jumat, 26 Maret 2010

About Rossi


DID YOU KNOW ? Rossi is ...................

Lahir untuk balap

Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.

Entertainer

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.

Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.

Julukan Rossi

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.

Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.

The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Pindah ke Yamaha

pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.

Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 kali pada musim 2005)

Orang lain tentang Rossi

Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”

Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”

Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !

Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.”

Kehidupan Pribadi

Hobi

Rossi mencoba untuk menjaga kehidupan pribadinya dari mata publik sebanyak mungkin, meskipun ia tidak membuat rahasia tentang kesukaannya pada klub sepak bola Italia Inter Milan. Rossi sering menonton langsung pertandingan Inter Milan dengan duduk bersama para pemain cadangan mereka. Rossi dikenal berteman dekat dengan pemain Inter Milan Marco Materazzi dan Balotelli, Bahkan sesaat setelah memenangi Grandprix Jerman 2006 Rossi merayakan dengan memakai kaos sepak bola Italia bernomor 23 milik Materazzi. Setelah Rossi memenangkan gelar Dunia yang kesembilan pada bulan Oktober 2009, Inter Milan mengucapkan selamat kepada Rossi pada website resmi mereka. Rossi juga seorang kidal.

Hewan Peliharaan

Anjing peliharaan Rossi yang terkenal bernama Guido, bulldog Inggris yang telah sejak tahun 2000 dimilikinya. Setelah Rossi sering berkeliling dunia Guido tidak bisa tinggal di London dan tinggal bersama ibu Rossi di Tavullia. Rossi hanya bisa melihat anjing saat mengunjungi Ibunya. Guido yang gambarnya telah menjadi maskot pada jok motor dan helm Rossi, meninggal setelah GP Australia 2008, dan untuk memberi penghargaan, Rossi merancang stiker khusus bergambar Guido dengan sepasang sayap malaikat surgawi sedang mengambang di awan. Guido telah beberapa kali tampil lain pada motor Rossi. Ketika tertinggal 32 poin di kejuaraan tahun 2006, Guido berpakaian dengan setelan Inuit. Guido juga mengenakan baju tahanan selama tes pra musim.

Kematian Guido telah menarik begitu banyak perhatian seperti yang disebutkan di koran olahraga Italia yang paling bergengsi Gazzetta dello Sport. Sang Anjing bahkan membintangi Quarantasei, sebuah novel grafis yang dihasilkan oleh Milo Manara berisi fiksi tentang petualangan Valentino Rossi dan akhirnya meraih kejayaan dalam balap motor.

Sejak kematian Guido, Rossi kini memiliki dua anjing baru (satu jantan dan satu betina), anjing baru tersebut diberi nama Cesare dan Cecilia. Selama GP Misano tahun 2009, tepat setelah Rossi melakukan kesalahan di Indianapolis, kedua anjing itu mengenakan telinga keledai pada helm Valentino.

Prestasi

1985 Go-kart pertama.

1989 Debut balap karting 60cc.

1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.

1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.

1992 Juara Italian minibike Endurance.

1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.

1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.

1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.

1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.

1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.

1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.

1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.

2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2002 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2003 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2004 Juara dunia Motogp, Gauloises Fortuna Yamaha team.

2005 Juara dunia Motogp, Gauloises Yamaha team.

2006 Runner Up Motogp, Camel Yamaha team.

2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat Yamaha team.

2008 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.

2009 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.



DID YOU KNOW ? Rossi is ...................

Lahir untuk balap

Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.

Entertainer

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.

Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.

Julukan Rossi

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.

Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.

The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Pindah ke Yamaha

pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.

Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 kali pada musim 2005)

Orang lain tentang Rossi

Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”

Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”

Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !

Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.”

Kehidupan Pribadi

Hobi

Rossi mencoba untuk menjaga kehidupan pribadinya dari mata publik sebanyak mungkin, meskipun ia tidak membuat rahasia tentang kesukaannya pada klub sepak bola Italia Inter Milan. Rossi sering menonton langsung pertandingan Inter Milan dengan duduk bersama para pemain cadangan mereka. Rossi dikenal berteman dekat dengan pemain Inter Milan Marco Materazzi dan Balotelli, Bahkan sesaat setelah memenangi Grandprix Jerman 2006 Rossi merayakan dengan memakai kaos sepak bola Italia bernomor 23 milik Materazzi. Setelah Rossi memenangkan gelar Dunia yang kesembilan pada bulan Oktober 2009, Inter Milan mengucapkan selamat kepada Rossi pada website resmi mereka. Rossi juga seorang kidal.

Hewan Peliharaan

Anjing peliharaan Rossi yang terkenal bernama Guido, bulldog Inggris yang telah sejak tahun 2000 dimilikinya. Setelah Rossi sering berkeliling dunia Guido tidak bisa tinggal di London dan tinggal bersama ibu Rossi di Tavullia. Rossi hanya bisa melihat anjing saat mengunjungi Ibunya. Guido yang gambarnya telah menjadi maskot pada jok motor dan helm Rossi, meninggal setelah GP Australia 2008, dan untuk memberi penghargaan, Rossi merancang stiker khusus bergambar Guido dengan sepasang sayap malaikat surgawi sedang mengambang di awan. Guido telah beberapa kali tampil lain pada motor Rossi. Ketika tertinggal 32 poin di kejuaraan tahun 2006, Guido berpakaian dengan setelan Inuit. Guido juga mengenakan baju tahanan selama tes pra musim.

Kematian Guido telah menarik begitu banyak perhatian seperti yang disebutkan di koran olahraga Italia yang paling bergengsi Gazzetta dello Sport. Sang Anjing bahkan membintangi Quarantasei, sebuah novel grafis yang dihasilkan oleh Milo Manara berisi fiksi tentang petualangan Valentino Rossi dan akhirnya meraih kejayaan dalam balap motor.

Sejak kematian Guido, Rossi kini memiliki dua anjing baru (satu jantan dan satu betina), anjing baru tersebut diberi nama Cesare dan Cecilia. Selama GP Misano tahun 2009, tepat setelah Rossi melakukan kesalahan di Indianapolis, kedua anjing itu mengenakan telinga keledai pada helm Valentino.

Prestasi

1985 Go-kart pertama.

1989 Debut balap karting 60cc.

1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.

1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.

1992 Juara Italian minibike Endurance.

1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.

1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.

1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.

1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.

1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.

1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.

1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.

2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.

2002 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2003 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.

2004 Juara dunia Motogp, Gauloises Fortuna Yamaha team.

2005 Juara dunia Motogp, Gauloises Yamaha team.

2006 Runner Up Motogp, Camel Yamaha team.

2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat Yamaha team.

2008 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.

2009 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.


Read More..

Yamaha Peroleh TOP Brand Award 2010 Untuk Semua Kategori


Yamaha Indonesia kembali membuktikan ketangguhannya dalam bersaing di pasar sepeda motor yang semakin kompetitif. Keunggulan Yamaha dalam segi teknologi dan design yang disesuaikan dengan keinginan pasar kembali membawa dampak yang luar biasa pada pencapaian market share sebesar 46% di tahun 2009.

Pencapaian pada segi marketing ini, diimbangi dengan pengakuan akan kualitas dan kehandalan produk-produk Yamaha, dari berbagai media dan kalangan masyarakat konsumen sepeda motor di tanah air. Salah satunya adalah dari Majalah Marketing dan Frontier Consulting, yang pada 8 Februari 2010 ini kembali menganugrahkan TOP Brand Award untuk all category. Pada tahun ini penghargaan TOP Brand yang berhasil di dapatkan adalah:

  1. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle (TOP Brand Award 2010);
  2. Yamaha Jupiter Z, Category Moped Motorcycle (TOP Brand Award 2010);
  3. Yamaha V-Ixion, Category Sport Motorcycle (TOP Brand Award 2010).

Tahun 2010 bukanlah tahun pertama bagi Yamaha Indonesia mendapatkan penghargaan TOP Brand. Tercatat pada tahun 2008 dan 2009 beberapa kategori TOP Brand telah berhasil didapatkan. Berikut ini adalah TOP Brand Award yang telah berhasil diperoleh Yamaha, pada tahun 2008 dan 2009:

TOP Brand Award 2008 :

  1. Yamaha Jupiter, Category Moped Motorcycle;
  2. Yamaha RX-King, Category Sport Motorcycle;
  3. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle.

TOP Brand Award 2009 :

  1. Yamaha Jupiter, Category Moped Motorcycle;
  2. Yamaha RX King, Category Sport Motorcycle;
  3. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle;
  4. Yamaha Vega, Category Moped Motorcycle.

Kesuksesan Yamaha ini tentunya tidak lepas dari dukungan pelanggan setia Yamaha, objektivitas berita dari rekan-rekan media, serta sportifitas dalam melakukan strategi marketing dan promosi. Selain itu Yamaha juga mengucapkan terimakasih sebesar-besar pada seluruh ATM di Indonesia yang telah menjadi pemacu bagi Yamaha untuk terus berada "Semakin Di Depan".



Yamaha Indonesia kembali membuktikan ketangguhannya dalam bersaing di pasar sepeda motor yang semakin kompetitif. Keunggulan Yamaha dalam segi teknologi dan design yang disesuaikan dengan keinginan pasar kembali membawa dampak yang luar biasa pada pencapaian market share sebesar 46% di tahun 2009.

Pencapaian pada segi marketing ini, diimbangi dengan pengakuan akan kualitas dan kehandalan produk-produk Yamaha, dari berbagai media dan kalangan masyarakat konsumen sepeda motor di tanah air. Salah satunya adalah dari Majalah Marketing dan Frontier Consulting, yang pada 8 Februari 2010 ini kembali menganugrahkan TOP Brand Award untuk all category. Pada tahun ini penghargaan TOP Brand yang berhasil di dapatkan adalah:

  1. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle (TOP Brand Award 2010);
  2. Yamaha Jupiter Z, Category Moped Motorcycle (TOP Brand Award 2010);
  3. Yamaha V-Ixion, Category Sport Motorcycle (TOP Brand Award 2010).

Tahun 2010 bukanlah tahun pertama bagi Yamaha Indonesia mendapatkan penghargaan TOP Brand. Tercatat pada tahun 2008 dan 2009 beberapa kategori TOP Brand telah berhasil didapatkan. Berikut ini adalah TOP Brand Award yang telah berhasil diperoleh Yamaha, pada tahun 2008 dan 2009:

TOP Brand Award 2008 :

  1. Yamaha Jupiter, Category Moped Motorcycle;
  2. Yamaha RX-King, Category Sport Motorcycle;
  3. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle.

TOP Brand Award 2009 :

  1. Yamaha Jupiter, Category Moped Motorcycle;
  2. Yamaha RX King, Category Sport Motorcycle;
  3. Yamaha Mio, Category Automatic Motorcycle;
  4. Yamaha Vega, Category Moped Motorcycle.

Kesuksesan Yamaha ini tentunya tidak lepas dari dukungan pelanggan setia Yamaha, objektivitas berita dari rekan-rekan media, serta sportifitas dalam melakukan strategi marketing dan promosi. Selain itu Yamaha juga mengucapkan terimakasih sebesar-besar pada seluruh ATM di Indonesia yang telah menjadi pemacu bagi Yamaha untuk terus berada "Semakin Di Depan".


Read More..

Rossi di Yamaha Sampai 2010


Laguna Seca - Kerjasama Valentino Rossi dengan Yamaha belum akan berakhir dalam waktu dekat. The Doctor baru saja memperpanjang kontraknya dengan pabrikan Jepang itu hingga 2010.

Tercapainya kesepakatan baru tersebut diumumkan langsung oleh pihak Yamaha dalam pesta tahunan yang mereka gelar di Laguna Seca, jelang bergulirnya MotoGP Amerika Serikat. Demikian diberitakan Autosport, Sabtu (19/7/2008).

"Tentu saja kami puas bisa memastikan Valentino bertahan untuk dua tahun mendatang. Saya pikir kabar ini akan mendapat tanggapan baik dari fans MotoGP dan fans Yamaha di penjuru dunia," ungkap Manajer Pelaksana Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

Rossi mulai bergabung dengan Yamaha mulai tahun 2004 setelah sebelumnya menunggangi Honda selama empat musim. Kesepakatan ini sekaligus menghapus isu kepindahan The Doctor ke Ducati seperti yang sempat ramai diberitakan sebelumnya.

"Setelah begitu banyak waktu saya habiskan di dunia balapan, dan untungnya dengan banyak kemenangan berhasil diraih, saya butuh motivasi khusus untuk mengambil keputusan memperpanjang kontrak hingga dua musim."

"Tempat terbaik bagi saya untuk menemukan motifasi itu adalah di Yamaha, di mana saya memiliki hubungan baik dengan direktur Yamaha, yang datang dari hubungan saling mempercayai dan loyalitas...Kontrak ini berarti bahwa Yamaha adalah pabrikan yang paling lama saya bela sepanjang karir saya. Ini lebih berarti dari ribuan kata-kata," ungkap Rossi.

Meski dalam dua musim terakhir gagal mempersembahkan titel juara, Rossi sudah memberi timnya dua gelar juara dunia tahun 2004 dan 2005. Tahun ini dia berpeluang memberikan gelar ketiga mengingat dia kini masih memuncaki klasemen, walau masih perlawanan ketat dari Casey Stoner dan Dani Pedrosa.


Laguna Seca - Kerjasama Valentino Rossi dengan Yamaha belum akan berakhir dalam waktu dekat. The Doctor baru saja memperpanjang kontraknya dengan pabrikan Jepang itu hingga 2010.

Tercapainya kesepakatan baru tersebut diumumkan langsung oleh pihak Yamaha dalam pesta tahunan yang mereka gelar di Laguna Seca, jelang bergulirnya MotoGP Amerika Serikat. Demikian diberitakan Autosport, Sabtu (19/7/2008).

"Tentu saja kami puas bisa memastikan Valentino bertahan untuk dua tahun mendatang. Saya pikir kabar ini akan mendapat tanggapan baik dari fans MotoGP dan fans Yamaha di penjuru dunia," ungkap Manajer Pelaksana Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

Rossi mulai bergabung dengan Yamaha mulai tahun 2004 setelah sebelumnya menunggangi Honda selama empat musim. Kesepakatan ini sekaligus menghapus isu kepindahan The Doctor ke Ducati seperti yang sempat ramai diberitakan sebelumnya.

"Setelah begitu banyak waktu saya habiskan di dunia balapan, dan untungnya dengan banyak kemenangan berhasil diraih, saya butuh motivasi khusus untuk mengambil keputusan memperpanjang kontrak hingga dua musim."

"Tempat terbaik bagi saya untuk menemukan motifasi itu adalah di Yamaha, di mana saya memiliki hubungan baik dengan direktur Yamaha, yang datang dari hubungan saling mempercayai dan loyalitas...Kontrak ini berarti bahwa Yamaha adalah pabrikan yang paling lama saya bela sepanjang karir saya. Ini lebih berarti dari ribuan kata-kata," ungkap Rossi.

Meski dalam dua musim terakhir gagal mempersembahkan titel juara, Rossi sudah memberi timnya dua gelar juara dunia tahun 2004 dan 2005. Tahun ini dia berpeluang memberikan gelar ketiga mengingat dia kini masih memuncaki klasemen, walau masih perlawanan ketat dari Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Read More..